Sebagai bagian dari upaya pengendalian Avian Influenza (AI) yang bersifat zoonotik, Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) melaksanakan kegiatan Implementasi Surveilans Terpadu Avian Influenza pada manusia, unggas, dan lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang terbagi dalam dua tahap pelaksanaan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop dan on-the-job training (OJT) sebelumnya, dengan pendekatan One Health untuk memperkuat kewaspadaan dini melalui kolaborasi lintas sektor.

Tujuan umum kegiatan ini adalah Terselenggaranya surveilans terintegrasi avian influenza (flu burung) terpadu lintas sektor.
Metodologi kegiatan ini adalah melakukan Implementasi surveilans terpadu Avian Influenza di Kab HSU pada tahap 1 di tanggal 10 – 14 Juni 2025 dan tahap 2 di tanggal 01 – 05 Juli 2025 dengan metode wawancara dan pengambilan specimen pada Manusia dan sampel pada hewan dan lingkungan dengan Lokasi Pasar Alabio, Pasar Banualima, Peternakan Desa Mamar dan Desa Banua Lima dan Tempat Pemotongan Unggas (TPU) Desa Mamar.

Hadir dari BB Labkesmas Banjarbaru adalah M. Rasyid Ridha,SKM.,M.KL. sebagai fungsional Epidemiolog Kesehatan Madya dan Suyatmi, MSi. Sebagai tenaga pranata laboratorium (ATLM).

Hasil yang diperoleh adalah terlaksananya kegiatan Implementasi Surveilans Terpadu Avian Influenza pada manusia, unggas, dan lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berupa wawancara dengan responden terpilih, pengambilan specimen pada Manusia dan spesimen pada hewan dan lingkungan. Untuk sampel spesimen manusia di kirim ke BBLBK Jakarta, sampel lingkungan dikirim ke BBLKL Salatiga, dan spesimen hewan dikirim ke Balai Veteriner Banjarbaru.


@ BBLKM BANJARBARU

“G.E.R.C.E.P”

Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani
Tidak Menerima Gratifikasi Dalam Bentuk Apapun

PENGADUAN MELALUI :

📱 082111271920 | ✉ dumasbblkmbjb@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *